Komitmen anak muda untuk berkontribusi nyata bagi daerah kembali ditunjukkan oleh Komunitas Singkel Muda Chinquelle. Melalui program “Chinquelle Goes To School”, mereka aktif melakukan sosialisasi tentang perlindungan anak, pemenuhan hak anak, serta mendorong partisipasi aktif siswa di lingkungan sekolah.
Kegiatan terbaru dilaksanakan di SMP Negeri 3 Gunung Meriah, Aceh Singkil. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian generasi muda dalam mencegah maraknya praktik bullying (perundungan) di kalangan pelajar.
Dalam kegiatan tersebut, Chinquelle menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. Di antaranya adalah Muhammad Rifa'i Manik, Akla Limbong, serta Suhardin Djalal. Kehadiran para pemateri ini memberikan wawasan yang komprehensif kepada siswa terkait bahaya bullying, baik dari sisi hukum, pendidikan, maupun sosial.
Pihak sekolah pun menyambut baik kegiatan ini. Kepala sekolah, Suriadi, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Chinquelle dalam memberikan edukasi yang sangat bermanfaat bagi para siswa.
“Terima kasih atas kehadiran komunitas Chinquelle. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi siswa-siswi dan ke depannya dapat kembali menghadirkan program positif lainnya di sekolah ini,” ujarnya.
Program “Chinquelle Goes To School” sendiri bukanlah yang pertama. Komunitas ini telah melaksanakan kegiatan serupa di berbagai sekolah di Aceh Singkil. Tujuannya jelas, yakni membangun kesadaran sejak dini agar anak-anak dan remaja terhindar dari perilaku bullying—baik sebagai pelaku maupun korban.
Founder Chinquelle, Suhardin Djalal, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang komunitas dalam mendukung perlindungan anak.
“Kami berharap kegiatan ini mampu menjaga anak-anak dan remaja Aceh Singkil dari perilaku bullying,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa Chinquelle akan terus berperan aktif dalam mendorong pemenuhan hak anak, memperkuat perlindungan anak, serta meningkatkan partisipasi generasi muda di daerah.
Harapannya, melalui langkah-langkah kecil namun konsisten seperti ini, akan lahir generasi emas Aceh Singkil di masa depan—generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan sosial.

Posting Komentar