Suhardin Djalal

Suara Muda dari Singkil: Menyatukan Gagasan, Aksi, dan Cita-Cita untuk Generasi Emas 2045


Lahir dari Kesederhanaan, Dibesarkan oleh Nilai-Nilai Kehidupan

Suhardin Djalal lahir di Pemuka, sebuah desa kecil di wilayah Singkil, Aceh, pada 2 Januari 1996. Ia merupakan anak dari pasangan Jalaluddin (almarhum) dan Jakirah, dua sosok petani tangguh yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian yang mereka jual sendiri di pasar. Kondisi ekonomi keluarganya tergolong sederhana. Namun justru dari kesederhanaan itulah Suhardin mengenal makna kesungguhan, keteguhan hati, dan kerja keras yang melekat kuat dalam dirinya hingga hari ini.

Didikan orang tuanya tidak hanya memberinya semangat untuk sekolah, tetapi juga menanamkan prinsip-prinsip kehidupan yang kelak membentuk kepribadiannya sebagai seorang aktivis sosial dan pemikir muda. Ia tumbuh dalam suasana desa yang kental dengan nilai gotong royong dan solidaritas sosial, dua hal yang kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dari kiprah dan gerak dari suami Savitri Nurhafidha ini di kemudian hari.


Menapaki Jalan Ilmu di Tengah Keterbatasan

Suhardin memulai pendidikan formalnya di SD Negeri Despot (2002–2008), lalu melanjutkan ke SMP Negeri 2 Singkil Utara (2008–2011), dan SMA Negeri 1 Singkil (2011–2014). Dalam setiap jenjang pendidikan, ia dikenal sebagai siswa yang tekun dan aktif, meskipun harus menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas pendidikan khas daerah pinggiran.

Semangat untuk belajar dan memperluas cakrawala membawa Suhardin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Ia diterima di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (2014–2019), mengambil konsentrasi Hukum Tata Negara. Selama masa kuliah, ia tak hanya fokus pada akademik, tetapi juga menjadikan kampus sebagai laboratorium kehidupan dan perjuangan.


Aktivisme Mahasiswa: Menemukan Diri, Menyuarakan Daerah

Dunia kampus menjadi ruang penting bagi Suhardin untuk menemukan panggilan hidupnya: membela yang lemah, menguatkan yang tertindas, dan memperjuangkan keadilan, terutama untuk daerah asalnya yang selama ini kerap termarjinalkan dalam peta pembangunan. Ia aktif di berbagai organisasi mahasiswa, antara lain:

  • Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banda Aceh, Komisariat Fakultas Hukum
  • Perhimpunan Anak Konstitusi Unsyiah
  • Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (HIPMASIL) Banda Aceh – Aceh Besar, sebagai Sekretaris Jenderal (2017–2019)
  • Relawan di Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh (2018–2019)

Menjadi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memberikan pengalaman dan pembentukan karakter yang sangat berharga bagi seseorang seperti Suhardin Djalal baik secara personal maupun pergerakan, pemikiran, dan wawasan sosial-politik kebangsaan.

Selama aktif di Perhimpunan Anak Konstitusi Unsyiah, Suhardin Djalal memperoleh pengalaman intelektual yang mendalam dalam memahami hukum tata negara dan konstitusi Indonesia. Hal itu semakin meneguhkan idealismenya sebagai pemuda yang ingin berkontribusi secara substansial dalam pembangunan daerah melalui pendekatan hukum, advokasi, dan kesadaran konstitusional

Melalui Hipmasi sebagai organisasi paguyuban daerah, Suhardin Djalal menjalankan organisasi dengan aktif dan serius, menjadikan Hipmasil organisasi yang progresif. Suhardin menghidupkan program bimbingan belajar gratis bagi calon mahasiswa baru Aceh Singkil. Suhardin juga menghadrikan diskusi budaya yang menyoroti identitas lokal dan tantangan modernitas. Kegiatan ini tidak hanya membuka akses pendidikan tinggi bagi pemuda-pemudi daerah, tetapi juga memperkuat narasi kebudayaan Singkil yang selama ini luput dari perhatian publik luas.

Sebagai relawan di Blood For Life Foundation (BFLF) pada tahun 2018–2019, Suhardin Djalal terlibat dalam gerakan kemanusiaan yang fokus pada pendonoran darah, advokasi kesehatan, dan aksi sosial untuk membantu pasien yang membutuhkan. Di organisasi ini, ia belajar pentingnya solidaritas, respon cepat terhadap kebutuhan masyarakat, serta bagaimana membangun jaringan relawan yang bekerja secara sukarela dan efektif. Melalui kegiatan kampanye donor darah, pendampingan pasien, hingga penggalangan dukungan publik, Suhardin mengasah kepekaan sosialnya terhadap isu-isu kemanusiaan.

Referensi kegiatan HIPMASIL
Diskusi budaya mahasiswa Singkil


Komunitas Singkel Muda Chinquelle: Menumbuhkan Harapan dari Pinggiran

Pasca menyelesaikan studinya, Suhardin tidak kembali dengan tangan kosong. Pada tahun 2020, bersama Dian Saputra dan Abdul Dawi, ia mendirikan Komunitas Singkel Muda Chinquelle — sebuah inisiatif sosial yang berakar dari kepedulian terhadap kondisi sumber daya manusia di Aceh Singkil, terutama generasi mudanya.

Chinquelle hadir untuk:

  • Mengembangkan kapasitas kepemimpinan anak muda
  • Mendorong literasi digital dan literasi sosial
  • Mengedukasi masyarakat mengenai hak anak dan perlindungan dari kekerasan
  • Membuka ruang-ruang belajar kolaboratif di daerah terpencil

Komunitas ini menjalankan berbagai program inspiratif, di antaranya:

  • English Contest 2023 untuk pelajar perbatasan
  • Pelatihan kepemimpinan santri di Dayah Safinatussalamah, Danau Paris
  • Sosialisasi anti-bullying dan kekerasan seksual di sekolah-sekolah menengah
  • Kampanye perlindungan anak dan bahaya rokok
  • Kolaborasi dengan Mahkamah Syar’iyah Singkil dan berbagai lembaga

Referensi kegiatan Chinquelle
Latihan kepemimpinan santri


Pengabdian dalam Sistem: Birokrasi sebagai Alat Perubahan

Pada tahun 2022, Suhardin diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Ia pertama kali ditempatkan sebagai Analis Perlindungan Perempuan di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2022–2023), sebelum dipindahkan ke Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Singkil pada tahun 2023.

Bagi Suhardin, birokrasi bukan sekadar rutinitas kerja, tetapi ladang pengabdian. Ia meyakini bahwa anak muda tak boleh menjauhi sistem — justru harus masuk ke dalamnya untuk mengisi ruang-ruang strategis yang selama ini kosong dari semangat pembaruan.


Pikiran yang Menyala: Menulis untuk Menggerakkan

Di tengah kesibukan kerja dan aktivitas sosial, Suhardin tetap aktif menulis opini dan refleksi di media nasional dan daerah. Tulisan-tulisannya mencerminkan wawasan sejarah, keprihatinan sosial, dan semangat perubahan.

Beberapa karyanya yang menonjol:

Tulisan-tulisan tersebut tidak hanya menegaskan komitmennya terhadap isu anak, pembangunan daerah, dan spiritualitas kebangsaan, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan ide-ide strategis bagi masa depan Aceh Singkil.


Prinsip Hidup: Kolaborasi, Kepedulian, dan Komitmen Jangka Panjang

Bagi Suhardin, perubahan tak akan terjadi jika hanya mengandalkan pemerintah. “Pembangunan daerah juga menjadi tugas anak muda,” tegasnya dalam berbagai kesempatan. Oleh sebab itu, ia menjadikan prinsip berikut sebagai panduan hidup:

  • Kreativitas untuk merespon tantangan zaman
  • Kolaborasi sebagai kekuatan gerakan
  • Semangat belajar sebagai dasar kemajuan
  • Kepedulian sebagai jalan perubahan sosial

Baginya, membangun tidak cukup dengan kritik — perlu aksi nyata, konsistensi, dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab.


Visi Besar: Menuju Generasi Emas Aceh Singkil 2045

Visi jangka panjang yang ingin diwujudkan Suhardin adalah melahirkan generasi emas Aceh Singkil tahun 2045. Generasi yang tidak hanya cerdas dan kompeten, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, cinta daerah, dan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Ia ingin komunitas seperti Chinquelle tumbuh di setiap kecamatan, menjadi simpul perubahan di akar rumput, sekaligus wadah pembinaan bagi pemimpin masa depan.


Sisi Pribadi: Cinta Buku, Sejarah, dan Sepakbola

Di balik aktivitas sosial dan tugas birokrasi, Suhardin adalah pribadi yang tenang dan reflektif. Ia gemar membaca buku-buku yang memadukan sejarah, spiritualitas, dan filsafat, seperti:

  • Sapiens karya Yuval Noah Harari
  • Sang Alkemis karya Paulo Coelho
  • Api Tauhid karya Habiburrahman El Shirazy

Ia juga menyukai film epik seperti Red Cliff, yang mengajarkan tentang strategi, keberanian, dan kepemimpinan dalam sejarah Tiongkok kuno. Ia mengidolakan sosok seperti Nabi Muhammad SAW, Mahatma Gandhi, dan Nelson Mandela — tokoh-tokoh yang menginspirasi perubahan melalui jalan damai.

Dan tentu saja, ia adalah penggemar setia klub sepak bola Arsenal, klub yang identik dengan perjuangan, keuletan, dan filosofi permainan yang elegan.



Suhardin Djalal Suara Muda dari Singkil: Menyatukan Gagasan, Aksi, dan Cita-Cita untuk Generasi Emas 2045 Lahir dari Kesederhanaan, Dibesark...


Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Zona Asia.

Laga antara Indonesia vs Australia akan berlangsung hari ini, Kamis, 20 Maret 2025, Pukul 16.10 WIB di Sidney Football Stadium, Australia.

Timnas Indonesia yang berada dalam grup C bersama timnas Jepang, China, Bahrain, Arab Saudi, dan Australia. Indonesia akan menjalani matchday ke 7 dari total 10 laga yang dimainkan dalam Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia ini.

Untuk saat ini, Indonesia berada di peringkat 3 grup C, di bawah Jepang dan Australia. Persaingan di grup ini sangat sengit, seluruh tim masih berpeluang lolos ke Piala Dunia. Untuk lolos ke Piala Dunia, Indonesia cukup berada di peringkat 2 grup pada di akhir kualifikasi babak ketiga ini.

dan hal itu tetap mungkin terjadi, mengingat peningkatan kualitas Timnas yang terus membaik.

Klasmen sementara Grup C,

Pos

Team

Pld

W

D

L

GF

GA

GD

Pts

Qualification

1

 Japan (Lolos)

6

5

1

0

22

2

+20

16

2026 FIFA World Cup

2

 Australia

6

1

4

1

6

5

+1

7

3

 Indonesia

6

1

3

2

6

9

−3

6

Fourth round

4

 Saudi Arabia

6

1

3

2

3

6

−3

6

5

 Bahrain

6

1

3

2

5

10

−5

6

6

 China

6

2

0

4

6

16

−10

6

 

Timnas Indonesia sebelumya diasuh oleh Shin Tae Yong, pelatih berpengalaman asal Korea yang sudah setidaknya mengantarkan Indonesia sejauh ini.

dan saat ini, pelatih baru telah ditunjuk Ketum PSSI Erick Thohir, yaitu Patrick Kluivert dari Belanda. Patrick sejauh ini memiliki pengalaman sebagai pelatih tetap tim nasional Curacao pada tahun 2015-2016.

Kita berharap, di bawah kepelatihan Patrick ini, Timnas bisa berbicara banyak, dengan hasil yang memuaskan, yakni lolos Pildun.

Apalagi, saat ini banyak pemain timnas yang di-naturalisasi, memiliki pengalaman bermain di klub besar Eropa, dan Amerika.

Pemain timnas hari ini pentolan dari liga top Eropa yang bermain di Serie A Italia, Bundesliga Jerman, dan Eredivisie Belanda.

Bahkan menjelang lawan Australia ini, Timnas kedatangan 3 pemain yang baru saja di-naturalisasi yakni Emil Audero Mulyadi (Kiper Pelermo), Dean James (Bek Kiri Go Ahead Eagles), dan Joey Mathijs Pelupessy (Gelandang Lommel S.K.).

Daftar Pemain Timnas Indonesia vs Australia

Pos

Nama Pemain

Tanggal Lahir (Umur)

Caps

Klub

GK

Nadeo Argawinata

9 March 1997 (age 28)

24

 Borneo Samarinda

GK

Ernando Ari

27 February 2002 (age 23)

15

 Persebaya Surabaya

GK

Maarten Paes

14 May 1998 (age 26)

6

 FC Dallas

GK

Emil Audero

18 January 1997 (age 28)

0

 Palermo

DF

Pratama Arhan

21 December 2001 (age 23)

54

 Bangkok United

DF

Rizky Ridho

21 November 2001 (age 23)

45

 Persija Jakarta

DF

Jordi Amat

21 March 1992 (age 32)

21

 Johor Darul Ta'zim

DF

Sandy Walsh

14 March 1995 (age 30)

18

 Yokohama F. Marinos

DF

Justin Hubner

14 September 2003 (age 21)

15

 Wolverhampton Wanderers

DF

Shayne Pattynama

11 August 1998 (age 26)

11

 Eupen

DF

Jay Idzes (captain)

2 June 2000 (age 24)

9

 Venezia

DF

Muhammad Ferarri

21 June 2003 (age 21)

8

 Persija Jakarta

DF

Calvin Verdonk

26 April 1997 (age 27)

7

 NEC Nijmegen

DF

Mees Hilgers

13 May 2001 (age 23)

2

 Twente

DF

Kevin Diks

6 October 1996 (age 28)

1

 Copenhagen

DF

Dean James

30 April 2000 (age 24)

0

 Go Ahead Eagles

MF

Ricky Kambuaya

5 May 1996 (age 28)

40

 Dewa United

MF

Marselino Ferdinan

9 September 2004 (age 20)

35

 Oxford United

MF

Ivar Jenner

10 January 2004 (age 21)

18

 Utrecht

MF

Nathan Tjoe-A-On

22 December 2001 (age 23)

11

 Swansea City

MF

Thom Haye

9 February 1995 (age 30)

10

 Almere City

MF

Eliano Reijnders

23 October 2000 (age 24)

1

 PEC Zwolle

MF

Joey Pelupessy

15 May 1993 (age 31)

0

 Lommel

FW

Rafael Struick

27 March 2003 (age 21)

25

 Brisbane Roar

FW

Ramadhan Sananta

27 November 2002 (age 22)

12

 Persis Solo

FW

Hokky Caraka

21 August 2004 (age 20)

11

 PSS Sleman

FW

Ragnar Oratmangoen

21 January 1998 (age 27)

10

 Dender

FW

Septian Bagaskara

26 September 1997 (age 27)

0

 Dewa United

FW

Ole Romeny

20 June 2000 (age 24)

0

 Oxford United

 


Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Zona Asia. Laga antara Indonesia vs Australia akan berlangsung hari ini, Kamis, 20 Maret 2025, Pukul 16...