Sabtu, 2 Mei 2026 menjadi hari yang tidak akan pernah kami lupakan. Hari yang penuh haru, doa, dan rasa syukur yang begitu besar kepada Allah SWT. Pada hari itulah, putri kecil kami tercinta, Alifya Ayatul Anindha hadir ke dunia dan melengkapi kebahagiaan keluarga kecil kami.
Ayahmu, Suhardin Djalal dari Singkil dab Ibunda mu, Savitri Nurhafidha dari Samadua, kini resmi menjadi orang tua dari seorang putri cantik yang begitu kami cintai.
Hari itu, ibunda mu harus menjalani proses persalinan secara operasi caesar di RSUD Subulussalam. Siang hari terasa begitu berbeda. Langit mendung dan hujan turun dengan lebat, menghadirkan kesejukan yang seolah ikut menemani perjalanan besar dalam hidup kita.
Saat ibunda mu masuk ke ruang operasi, ada rasa yang sulit dijelaskan. Perasaan ayah campur aduk antara cemas, takut, haru, dan penuh harapan. Untuk sementara harus berpisah menunggu di luar ruang operasi yang terasa begitu panjang. Namun di balik semua kegelisahan itu, ayah yakin bahwa pertolongan Allah selalu ada. Ayah percaya Allah akan menjaga ibunda mu dan dirimu, nak.
Di tengah suara hujan yang jatuh perlahan, ayah terus memanjatkan doa. Tidak banyak yang bisa ayah lakukan selain berharap dan berserah diri kepada-Nya.
Tidak lama kemudian, dari pintu keluar operasi seseorang nakes memanggil ayah. Mereka berkata, "suami Savitri Nurhafidha harap kemari, bayi nya sudah lahir, mari ikut kami untuk mengiqamahkan".
Saat itu, ayah melihatmu untuk pertama kalinya.
Tubuh kecilmu terbaring tenang. Wajahmu begitu mungil dan indah. Dada ayah terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Ketika ayah mulai melantunkan iqamah di telingamu, menyebut nama Allah dengan suara yang bergetar, air mata ayah tak mampu lagi terbendung.
Ayah menangis sebahagia itu.
Di setiap lantunan iqamah, terselip doa-doa terbaik untukmu. Dalam hati, ayah memohon kepada Allah agar engkau tumbuh menjadi anak yang salehah, sehat, beriman, dan kelak menjadi kebanggaan keluarga. Ayah juga terus berdoa untuk ibunda mu yang saat itu masih berada di ruang operasi menjalani masa pemulihan. Semoga Allah menjaga dan menguatkannya, karena perjuangannya menghadirkanmu ke dunia sungguh luar biasa.
Momen itu akan selalu hidup dalam ingatan ayah.
Suara hujan di luar ruangan, suasana rumah sakit yang tenang, air mata haru yang jatuh tanpa bisa ditahan, dan lantunan iqamah pertama yang sampai ke telingamu, semuanya menjadi saksi awal perjalanan hidup kita sebagai keluarga.
Selamat datang di dunia, anakku, Alifya Ayatul Anindha.
Kehadiranmu adalah anugerah terbesar yang Allah titipkan kepada ayah dan ibunda. Engkau membawa cahaya baru, kebahagiaan baru, dan cinta yang semakin sempurna di tengah keluarga kecil ini.
Nak, jika suatu hari nanti kamu membaca tulisan ini, ketahuilah bahwa sejak detik pertama kehadiranmu, kamu sudah dikelilingi doa dan cinta yang begitu besar.
Semoga Allah SWT selalu melindungimu, memudahkan langkah hidupmu, memberikan kesehatan, keberkahan umur, serta menjadikanmu anak yang lembut hatinya dan indah akhlaknya.
Dan semoga keluarga kecil kita selalu berada dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT.
Ayah dan Ibunda akan selalu mencintaimu, sampai kapan pun.


Posting Komentar